Rabu, 23 November 2011

Kepergianmu


Oleh: Sandra Aliska, KIR MAN 1 Pontianak

Sesungguhnya ini bukan tentang kepergianmu
Bukan juga tentang aku sepeninggalmu
Tapi yang harus kau tahu
Bahwa kepergianmu membuatku merasa rindu
Rindu yang mungkin tak akan pernah hilang
Meski badai berganti kemarau gersang
Walau matahari berganti bulan terang
Aku tahu selamanya kau tak akan pernah pulang
Memang bukan seutuhnya salahmu
Yang pergi tanpa memberitahu terlebih dahulu
Atau sekedar berkabar kepadaku
Karena aku tau kau lakukan itu karna sesuatu
Kau tak ingin aku mencemaskanmu
Selamat tinggal malaikat hatiku
Semua memori indah tentangmu akan selalu kukenang
Harus kau tau kasih, aku pasti akan datang
Dan menuntunmu terbang pulang

Terima Kasih Bunda


Oleh: Miftahus Shadriah, KIR MAN 1 Pontianak

Dalam beningan bola mata
Kutemukan sinar tatapan
Terpancar penuh kelembutan
Pada sebuah celah yang menyelimuti cadas
Tetesan embun bagai butiran mutiara
Dari garis sudut wajah
Lanataran kedamaian
Kasih sayang dalam pelukan hangatmu
Dan do’a yang kau lantunkan disetiap munajat
Hingga mengantarku terbang ke atas tujuh warna pelangi
Terima kasih bunda
Takkan kusia-siakan air mata letihmu
Yang telah hadirkan aku dalam separuh nafasmu
Meski mentari esok harus pergi oleh layu senja
Akan kubawa wajahmu
Kedalam bingkai semesta jiwa
Temani sepi dan rindu
Yang ku tanam bersama bunga tidurku

Senang-Senang


Oleh: Iswanda, KIR MAN 1 Pontianak

Bukan senang
Mau jadi senang
Walau ikut kata saja
Tapi senang bukan hayalan
Nanti pecah hayalanmu
Berlari sini-sana
Lagaknya tak kemana
Mimpinya mau cepat untung
Jadi poketnya berisi
Tapi untungnya banyak pembohong
Setiap hari Cuma bohong
Bergaya sakit mata
Mengejar tipu daya
Kau mau jadi superman
Terbang kesini-sana
Mimpi mau jadi hero
Itulah hayalanmu
Cari senang bukan begitu
Pilih tujuan yang mana satu
Kau mau jadi robinhod
Itu cerita tipu
Tapi kau tak berdaya
Itulah yang sebenarnya
Cari senang bukan begitu
Bukan senag kau mau menipu

Semangat Yang Tak Henti


Oleh: Fitrian, KIR MAN 1 Pontianak

Hidup ini memang tak semuanya indah
Terkadang apa yang kita inginkan
Tak dapat kita raih
Lalu
Aku berpikir
Bahwa hanya semangat hiduplah yang membuat
Apa yang kita inginkan
Pasti dapat kita capai
Jangan pernah takut untuk mencoba
Dengan semangat yang tinggi
Dan semangat yang tak ada hentinya
Akan membuat hidup kita lebih nyaman

Tangisan


Oleh: Eli Susilawati, KIR MAN 1 Pontianak

Dina, dengar ini tangisanku
Tangisan panjang
Remuk hati  dipalu asa
Dan kau bisa merasa?
Dina, aku punya kisah sedih yang larut
Kisah perjalanan mengejar lembah
Betapa penanggungan kaki dan pundakku
Dan kau bisa merasa
Jauh dina, jauh sekali
Aku pernah menangis lebih nyaring lagi
Waktu itu bunga indah pada memutik
Dan kau tidak perlu suatu yang bisa menyegarkan rasa
Betapa pikulan hati dilingkupi rindu
Rasakan dina! Coba rasakan!
Dina, kisah larutku patah di tengah
Dalam perjalanan kutemukan malaikat pemurah
Jadikan aku bisa terbang
Melenyap tinggi bahagia dan negeri
Coba rasakan olehmu!
Sekali ini aku menangis lagi
Dengan kenangan sebuah maddah
Betapa pula aku takkan menangis
Pabila semua yang kutanya tak bisa merasakan

Mega Merah


Oleh: Muhammad Anis, KIR MAN 1 Pontianak

Mega merah
Kau ciptaan yang indah
Kau muncul setiap petang
Menghiasi suasana maghrib yang indah
Dan engkau sebagai penunjuk waktu
Detik maghrib untuk menyembah sang Ilahi Rabbi
Engaku membuat langit menjadi indah
Engkau membuat awan menjadi indah
Karna pantulan sinar matahari

Malam


Oleh: Bela Salita, KIR MAN 1 Pontianak

Kunantikan malam datang
Diterangi cahaya bintang, diiringi bunyi-bunyian
Dan kita bersisian menyusuri pantai yang basah
Bercerita
Tentang laut di malam hari
Tentang nyayian riak air
Tentang redupnya bintang pari
Tentang nelayan berani di amuk badai
Malam kian larut
Terpaku kau diri di pintu
Selamat malam cinta kita, menjelajahi cakrawala